Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.
Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".
Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.
Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.
Deteksi Kanker Serviks
Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:
*
IVA
IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
*
Pap smear
Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
*
Thin prep
Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
*
Kolposkopi
Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.
Mengobati Kanker Serviks
Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.
Mencegah Kanker Serviks
Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
* Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
* Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
* Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
* Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
* Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
* Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
* Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
* Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
* Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
Hidup Sehat Tanpa Kanker Serviks
Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.
sumber :
http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/237-kanker-serviks-leher-rahim-pembunuh-wanita.html
Sabtu, 14 Agustus 2010
Minggu, 08 Agustus 2010
Senin, 26 Juli 2010
Insomnia Kronis Pengaruhi Otak
Penelitian terbaru yang menggunakan pencitraan otak terbaru telah menemukan insomnia kronis menyebabkan kemampuan otak untuk membuat keputusan dan untuk beristirahat jadi berkurang. Penelitian ini dilakukan untuk membantu para penderita susah tidur.
“Temuan meramalkan bahwa penderita insomnia kronis mungkin kemampuan berkompromi untuk mengevaluasi nilai afektif stimulus akan berkurang. Itu juga berkonsekuensi untuk proses-proses kognitif lainnya, terutama pengambilan keputusan,” kata Ellemarijie Altena, penulis utama studi dari Netherlands Institute for Neuroscience.
Penelitian yang diterbitkan di Biological Psychiatry itu, merujuk bakal terjadi gangguan fisik dan kejiwaan. Bahkan mengubah densitas otak jika kronis insomnianya semakin parah. Ujung-ujungnya membuat Anda terserang banyak penyakit, yang bisa menyebabkan kematian.
Insomnia parah memang mengakibatkan banyak kerugian pada penderitanya. Agar itu tak terus terjadi, menurut para peneliti, sebaiknya secepatnya untuk melakukan penyembuhan dan perawatan, sehingga tak lagi insomnia. Untuk itu caranya terbilang tidak sulit. Mulailah dengan berolah raga teratur, hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur, tidurlah dalam lingkungan nyaman, kurangi mengkonsumsi minuman stimulan seperti teh, kopi, atau alkohol, Makan makanan ringan sedikit karbohidrat menjelang tidur dan susu hangat.
Kemudian mandi air hangat 30 menit atau sejam sebelum tidur, hentikan menonton teve, membaca buku sejam sebelum tidur, gunakanlah tempat tidur khusus untuk tidur, lakukan aktivitas relaksasi secara rutin, jernihkan pikiran, dan tidur serta bangun teratur setiap harinya.
sumber :
http://iyoongpharmacy.wordpress.com/2010/02/19/insomnia-kronis-pengaruhi-otak/
“Temuan meramalkan bahwa penderita insomnia kronis mungkin kemampuan berkompromi untuk mengevaluasi nilai afektif stimulus akan berkurang. Itu juga berkonsekuensi untuk proses-proses kognitif lainnya, terutama pengambilan keputusan,” kata Ellemarijie Altena, penulis utama studi dari Netherlands Institute for Neuroscience.
Penelitian yang diterbitkan di Biological Psychiatry itu, merujuk bakal terjadi gangguan fisik dan kejiwaan. Bahkan mengubah densitas otak jika kronis insomnianya semakin parah. Ujung-ujungnya membuat Anda terserang banyak penyakit, yang bisa menyebabkan kematian.
Insomnia parah memang mengakibatkan banyak kerugian pada penderitanya. Agar itu tak terus terjadi, menurut para peneliti, sebaiknya secepatnya untuk melakukan penyembuhan dan perawatan, sehingga tak lagi insomnia. Untuk itu caranya terbilang tidak sulit. Mulailah dengan berolah raga teratur, hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur, tidurlah dalam lingkungan nyaman, kurangi mengkonsumsi minuman stimulan seperti teh, kopi, atau alkohol, Makan makanan ringan sedikit karbohidrat menjelang tidur dan susu hangat.
Kemudian mandi air hangat 30 menit atau sejam sebelum tidur, hentikan menonton teve, membaca buku sejam sebelum tidur, gunakanlah tempat tidur khusus untuk tidur, lakukan aktivitas relaksasi secara rutin, jernihkan pikiran, dan tidur serta bangun teratur setiap harinya.
sumber :
http://iyoongpharmacy.wordpress.com/2010/02/19/insomnia-kronis-pengaruhi-otak/
Selasa, 13 Juli 2010
Kesemutan dan bahayanya
Hampir semua orang pernah mengalami apa yang disebut kesemutan atau kebas. Kalau sudah kesemutan, biasanya akan terasa kebal, ngilu, walau akan berangsur-angsur hilang jika kita mulai menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan tersebut.
Banyak orang yang menganggap enteng gejala kesemutan ini. Mungkin karena gejalanya yang kadang datang, lebih banyak tidak. Mudah datang, mudah pula hilang.
Tetapi kesemutan patut diwaspadai jika kesemutan itu terjadi di satu bagian tubuh. Kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya, dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, bisa jadi itu adalah manifestasi tumor di bagian depan otak. Sebuah penyakit amat serius dengan gejala awal sepele.
Dalam bahasa medis, kesemutan sering disebut sebagai parestesia. Suatu sensasi yang dirasakan tanpa ada stimulus dari luar. Sensasi Parestesi ini tidak hanya rasa ‘kesemutan’, namun bisa juga rasa panas, rasa seperti tertusuk-tusuk, ‘greyengan’. Rasa Kesemutan dapat dirasakan di tangan, kaki di muka, maupun di seluruh bagian tubuh kita.
Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama.
Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Namun kita mesti lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya.
Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan, antara lain:
Radang sumsum tulang belakang (myelitis)
Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV).
Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.
Diabetes mellitus atau kencing manis
Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.
Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 - 2 tahun.
Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot.
Jantung
Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul karena komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si penderita menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.
Rematik
Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan karena rematik akan hilang bila rematik sembuh.
Pengobatan :
Pengobatan yang diberikan sesuai penyakit yang mendasarinya.
Sebagai contoh : bila kesemutan terjadi pada penderita diabetes (Neuropati diabetik), maka pengobatan dilakukan dengan pengontrolan gula darah disertai obat-obatan yang bersifat neurotropik dan juga vitamin B.
Namun bila kesemutan disebabkan oleh penekan saraf maka pengobatan harus dilakukan dengan modifikasi gerakan tubuh, pemberian neurotropik, dan mungkin pada kasus yang berat dipertimbangkan uuntuk operasi.
Perlu diingat, bila kesemutan akibat penyakit stroke maka pengobatan harus segera dilakukan, misal pada stroke akibat sumbatan maka pasien harus diberikan obat pengencer darah maupun pengaturan faktor risiko strokenya seperti hipertensi dan kholesterol.
sumber : http://www.indosiar.com/ragam/79902/hati-hati-jika-alami-kesemutan
Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM
KESEMUTAN “semuten”, “gringgingen”, “parestesia”.
Barangkali bersama “gatal” kesemuten termasuk gejala yang paling sering dialami kita semua dan juga yang menjengkelkan. Tampaknya “kecil” dan “tak berarti” tapi kalau kita terkena, sangat mengganggu. Semua orang tak ada yang terluput dari keduanya.
Bedanya, pada gatal rangsang datang ‘dari luar’ entah itu hasil racun sengatan nyamuk, atau bulu ulat, atau bulu gatal, sedangkan kesemutan sebenarnya tak ada rangsang dari luar. Seharusnya saraf tak perlu merasakannya, tapi entah bagaimana, terasa begitu saja.
Bagaimana terjadinya kesemutan?
Saya hendak memakai bahasa orang awam untuk memudahkan pengertian. Kesemutan adalah hasil pemindaian saraf perasa yang berada di perbatasan perasaan suhu (dingin, panas) dan sakit tanpa ada rangsang yang sesuai.
Mengapa bisa begitu?
Pertama itu terjadi jika ujung-ujung saraf terlalu peka sehingga yang bukan rangsang pun ditengarai sebagai rangsang, tapi karena sebenarnya tak ada, maka saraf secara ngawur menilainya campuran suhu dengan sakit, sebab kedua jenis rangsang ini merupakan rangsang pertahanan tubuh. Rupanya saraf sedang berusaha ‘mempertahankan diri’ sehingga ia ekstra peka, kalau-kalau memang tubuh sedang mengalami bahaya.
Kapan ia menjadi terlalu sensitif?
- ketika aliran darah yang menjadi sumber makanan saraf di ujung saraf perasa (umumnya di ujung tangan dan kaki) berkurang, sehingga saraf merasa ‘kelaparan’. Secara ngawur ia ‘menumbuhkan perhatian’ agar kekurangan itu segera bisa dipenuhi lagi. Maka kesemutan terjadi jika tangan atau kaki kita dijepit, ditekan, dilipat (ditekuk) melebihi batas normal cukup lama sehingga aliran darah terganggu. Mengatasinya tentu saja dengan melepaskan jepitan, mengurut, menggerak-gerakkan anggota yang terkena.
- Jika Anda menderita anemia (kurang darah) sudah agak lama, kekurangan makan di ujung juga menimbulkan sensasi kesemutan; dalam hal ini mengatasinya ya upaya 'nambah darah' (bisa transfusi, langsung), tapi juga bisa berangsur dengan gizi khusus serta obat/vitamin khusus penambah darah.
- Jika kelainannya ada pada jantung atau pembuluh darah sehingga aliran ke ujung terhambat maka saluran darah harus dibersihkan, kerja jantung diperbaiki; konsultasikan ke dokter, mintalah diperiksa kadar kolesterol kalau-kalau terlanjur ada sumbatan pembuluh darah akibat 'plak' dari kolesterol, mintalah pemeriksaan kondisi jantung kalau-kalau ada kelemahan, kebocoran. Jika ada hubungan pendek (korslet) antarserabut saraf sehingga saraf perasa yang sedang tak ada rangsang mendapat bocoran rangsang saraf lain yang kebetulan satu jalur. Seharusnya bungkus saraf (isolator) mencegah kebocoran rangsang, tapi bisa jadi kondisi isolator saraf sudah kurang baik.
- pada rematik, kondisi serabut saraf termasuk bungkus saraf (isolator) mengalami kerusakan, karena sistem pertahanan badan yang secara ngawur menyerang badan sendiri sehingga timbul gejala rematik itu. Kalau begini ya tentunya atasi rematik itu, mintalah kepada dokter agar ia mengelola rematik Anda, serta tanyakan apa yang bisa Anda buat untuk mengelola rematik tersebut.
- Ketika tubuh kekurangan vitamin kelompok B, terutama B-1. Saat ini kita makan nasi yang serbaputih bersih, padahal sumber terbesar vitamin B-1 adalah ‘bekatul’ yang pada proses ‘slijp’ beras dibuat maksimal sehingga bekatul sama sekali hilang dan beras jadi putih bersih. Mengatasinya tentu saja dengan pemberian ekstra vitamin B terutama B-1; biasanya kekurangan vitamin B-1 disertai kekurangan B-6 dan B-12 sekaligus, maka banyak vitamin gabungan semcam ini, yang dikenal dengan nama ‘vitamin saraf’.
Yang lebih alami adalah jika kita kembali mengonsumsi bekatul itu: setiap Anda menanak nasi, masukkan satu-dua sendok bekatul, sehingga nasi Anda jadi kembali mengandung bekatul. Atau, ambil satu-dua sendok bekatul, seduh dengan air mendidih, campurkan cokelat atau perasa lain, minum sebagai minuman lezat.
- Ketika tubuh kekurangan beberapa mineral yang esensial untuk saraf, utamanya kalsium. Kalsium diperlukan antara lain agar isolator saraf tetap bagus; kekurangan akan menimbulkan gejala bocornya isolator, antara lain terasa sebagai kesemutan. Beberapa mineral lain seperti magnesium, zink, selenium dan beberapa mineral kecil sering juga berpengaruh. Maka mengatasinya selain dengan memberikan ekstra asupan kalsium juga upaya mencegah kekurangan kalsium. Dewasa ini banyak vitamin yang sudah terkombinasi dengan mineral-mineral esensial. Juga banyak preparat kalsium yang bagus-bagus.
Minum susu yang dikatakan tinggi kalsium harus diwaspadai, sebab bisa-bisa malah tubuh kekurangan kalsium karenanya. (lihat uraian tentang hal ini!). Lebih baik kalsium dari tablet, atau sumber nabati seperti sayur berwarna hijau tua serta rumput laut.
Jika memang ada ekstra tekanan di sepanjang jalur saraf dari tepi sampai ke pusat, atau malah di pusat.
- Yang paling serius adalah keberadaan tumor yang menekan jalur saraf atau pusat.
Dalam hal ini perlu penanganan serius.
- Jika ada tekanan dari perangkat-perangkat yang kebetulan satu jalan, seperti bungkus otot, terutama yang di dekat-dekat ujung, misalnya pergelangan tangan; ini juga harus ditangani dokter secara khusus walau tidak segawat tumor.
Jika ada ekstra rangsang berupa ‘kesan’ psikologis, yang rangsangnya ‘bocor’ ke saraf perasa.
- Ini terjadi pada kondisi kejiwaan, baik berupa depresi, stres (tertekan) maupun eksitasi (kelewat girang, kelewat aktif). Biasanya diatasi melalu program meditasi, selain juga pengelolaan kejiwaan yang khusus.
sumber :
http://www.buahaticerdas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=208:tip-sehat-kesemutan-berdampak-sistemik&catid=55:tip-sehat-dan-cantik-untuk-mama&Itemid=85
Banyak orang yang menganggap enteng gejala kesemutan ini. Mungkin karena gejalanya yang kadang datang, lebih banyak tidak. Mudah datang, mudah pula hilang.
Tetapi kesemutan patut diwaspadai jika kesemutan itu terjadi di satu bagian tubuh. Kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya, dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, bisa jadi itu adalah manifestasi tumor di bagian depan otak. Sebuah penyakit amat serius dengan gejala awal sepele.
Dalam bahasa medis, kesemutan sering disebut sebagai parestesia. Suatu sensasi yang dirasakan tanpa ada stimulus dari luar. Sensasi Parestesi ini tidak hanya rasa ‘kesemutan’, namun bisa juga rasa panas, rasa seperti tertusuk-tusuk, ‘greyengan’. Rasa Kesemutan dapat dirasakan di tangan, kaki di muka, maupun di seluruh bagian tubuh kita.
Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama.
Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Namun kita mesti lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya.
Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan, antara lain:
Radang sumsum tulang belakang (myelitis)
Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV).
Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.
Diabetes mellitus atau kencing manis
Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.
Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 - 2 tahun.
Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot.
Jantung
Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul karena komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si penderita menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.
Rematik
Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan karena rematik akan hilang bila rematik sembuh.
Pengobatan :
Pengobatan yang diberikan sesuai penyakit yang mendasarinya.
Sebagai contoh : bila kesemutan terjadi pada penderita diabetes (Neuropati diabetik), maka pengobatan dilakukan dengan pengontrolan gula darah disertai obat-obatan yang bersifat neurotropik dan juga vitamin B.
Namun bila kesemutan disebabkan oleh penekan saraf maka pengobatan harus dilakukan dengan modifikasi gerakan tubuh, pemberian neurotropik, dan mungkin pada kasus yang berat dipertimbangkan uuntuk operasi.
Perlu diingat, bila kesemutan akibat penyakit stroke maka pengobatan harus segera dilakukan, misal pada stroke akibat sumbatan maka pasien harus diberikan obat pengencer darah maupun pengaturan faktor risiko strokenya seperti hipertensi dan kholesterol.
sumber : http://www.indosiar.com/ragam/79902/hati-hati-jika-alami-kesemutan
Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM
KESEMUTAN “semuten”, “gringgingen”, “parestesia”.
Barangkali bersama “gatal” kesemuten termasuk gejala yang paling sering dialami kita semua dan juga yang menjengkelkan. Tampaknya “kecil” dan “tak berarti” tapi kalau kita terkena, sangat mengganggu. Semua orang tak ada yang terluput dari keduanya.
Bedanya, pada gatal rangsang datang ‘dari luar’ entah itu hasil racun sengatan nyamuk, atau bulu ulat, atau bulu gatal, sedangkan kesemutan sebenarnya tak ada rangsang dari luar. Seharusnya saraf tak perlu merasakannya, tapi entah bagaimana, terasa begitu saja.
Bagaimana terjadinya kesemutan?
Saya hendak memakai bahasa orang awam untuk memudahkan pengertian. Kesemutan adalah hasil pemindaian saraf perasa yang berada di perbatasan perasaan suhu (dingin, panas) dan sakit tanpa ada rangsang yang sesuai.
Mengapa bisa begitu?
Pertama itu terjadi jika ujung-ujung saraf terlalu peka sehingga yang bukan rangsang pun ditengarai sebagai rangsang, tapi karena sebenarnya tak ada, maka saraf secara ngawur menilainya campuran suhu dengan sakit, sebab kedua jenis rangsang ini merupakan rangsang pertahanan tubuh. Rupanya saraf sedang berusaha ‘mempertahankan diri’ sehingga ia ekstra peka, kalau-kalau memang tubuh sedang mengalami bahaya.
Kapan ia menjadi terlalu sensitif?
- ketika aliran darah yang menjadi sumber makanan saraf di ujung saraf perasa (umumnya di ujung tangan dan kaki) berkurang, sehingga saraf merasa ‘kelaparan’. Secara ngawur ia ‘menumbuhkan perhatian’ agar kekurangan itu segera bisa dipenuhi lagi. Maka kesemutan terjadi jika tangan atau kaki kita dijepit, ditekan, dilipat (ditekuk) melebihi batas normal cukup lama sehingga aliran darah terganggu. Mengatasinya tentu saja dengan melepaskan jepitan, mengurut, menggerak-gerakkan anggota yang terkena.
- Jika Anda menderita anemia (kurang darah) sudah agak lama, kekurangan makan di ujung juga menimbulkan sensasi kesemutan; dalam hal ini mengatasinya ya upaya 'nambah darah' (bisa transfusi, langsung), tapi juga bisa berangsur dengan gizi khusus serta obat/vitamin khusus penambah darah.
- Jika kelainannya ada pada jantung atau pembuluh darah sehingga aliran ke ujung terhambat maka saluran darah harus dibersihkan, kerja jantung diperbaiki; konsultasikan ke dokter, mintalah diperiksa kadar kolesterol kalau-kalau terlanjur ada sumbatan pembuluh darah akibat 'plak' dari kolesterol, mintalah pemeriksaan kondisi jantung kalau-kalau ada kelemahan, kebocoran. Jika ada hubungan pendek (korslet) antarserabut saraf sehingga saraf perasa yang sedang tak ada rangsang mendapat bocoran rangsang saraf lain yang kebetulan satu jalur. Seharusnya bungkus saraf (isolator) mencegah kebocoran rangsang, tapi bisa jadi kondisi isolator saraf sudah kurang baik.
- pada rematik, kondisi serabut saraf termasuk bungkus saraf (isolator) mengalami kerusakan, karena sistem pertahanan badan yang secara ngawur menyerang badan sendiri sehingga timbul gejala rematik itu. Kalau begini ya tentunya atasi rematik itu, mintalah kepada dokter agar ia mengelola rematik Anda, serta tanyakan apa yang bisa Anda buat untuk mengelola rematik tersebut.
- Ketika tubuh kekurangan vitamin kelompok B, terutama B-1. Saat ini kita makan nasi yang serbaputih bersih, padahal sumber terbesar vitamin B-1 adalah ‘bekatul’ yang pada proses ‘slijp’ beras dibuat maksimal sehingga bekatul sama sekali hilang dan beras jadi putih bersih. Mengatasinya tentu saja dengan pemberian ekstra vitamin B terutama B-1; biasanya kekurangan vitamin B-1 disertai kekurangan B-6 dan B-12 sekaligus, maka banyak vitamin gabungan semcam ini, yang dikenal dengan nama ‘vitamin saraf’.
Yang lebih alami adalah jika kita kembali mengonsumsi bekatul itu: setiap Anda menanak nasi, masukkan satu-dua sendok bekatul, sehingga nasi Anda jadi kembali mengandung bekatul. Atau, ambil satu-dua sendok bekatul, seduh dengan air mendidih, campurkan cokelat atau perasa lain, minum sebagai minuman lezat.
- Ketika tubuh kekurangan beberapa mineral yang esensial untuk saraf, utamanya kalsium. Kalsium diperlukan antara lain agar isolator saraf tetap bagus; kekurangan akan menimbulkan gejala bocornya isolator, antara lain terasa sebagai kesemutan. Beberapa mineral lain seperti magnesium, zink, selenium dan beberapa mineral kecil sering juga berpengaruh. Maka mengatasinya selain dengan memberikan ekstra asupan kalsium juga upaya mencegah kekurangan kalsium. Dewasa ini banyak vitamin yang sudah terkombinasi dengan mineral-mineral esensial. Juga banyak preparat kalsium yang bagus-bagus.
Minum susu yang dikatakan tinggi kalsium harus diwaspadai, sebab bisa-bisa malah tubuh kekurangan kalsium karenanya. (lihat uraian tentang hal ini!). Lebih baik kalsium dari tablet, atau sumber nabati seperti sayur berwarna hijau tua serta rumput laut.
Jika memang ada ekstra tekanan di sepanjang jalur saraf dari tepi sampai ke pusat, atau malah di pusat.
- Yang paling serius adalah keberadaan tumor yang menekan jalur saraf atau pusat.
Dalam hal ini perlu penanganan serius.
- Jika ada tekanan dari perangkat-perangkat yang kebetulan satu jalan, seperti bungkus otot, terutama yang di dekat-dekat ujung, misalnya pergelangan tangan; ini juga harus ditangani dokter secara khusus walau tidak segawat tumor.
Jika ada ekstra rangsang berupa ‘kesan’ psikologis, yang rangsangnya ‘bocor’ ke saraf perasa.
- Ini terjadi pada kondisi kejiwaan, baik berupa depresi, stres (tertekan) maupun eksitasi (kelewat girang, kelewat aktif). Biasanya diatasi melalu program meditasi, selain juga pengelolaan kejiwaan yang khusus.
sumber :
http://www.buahaticerdas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=208:tip-sehat-kesemutan-berdampak-sistemik&catid=55:tip-sehat-dan-cantik-untuk-mama&Itemid=85
Minggu, 11 Juli 2010

Tips mendapatkan bayi laki-laki
Apabila anda adalah pasangan yang ingin menginginkan bayi laki-laki, ada tips-tips dari hasil sebuah penelitian yang bisa Anda lakukan. Pertama, sebaiknya Anda melakukan hubungan intim pada saat atau sehari sebelum ovulasi. Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim perempuan.
cara lain yang dapat diusahakan adalah mencampurkan segelas air dengan seujung kuku soda kue kemudian dibasahi pada vagina wanita. Tujuannya adalah mengkondisikan vagina dalam keadaan Basa untuk menjaga gen Y (gen untuk bayi laki-laki) dan melemahkan Gen X (untuk bayi perempuan). Selain itu mengkonsumsi seafood dan daging juga sangat membantu dalam proses ini. Dan yang paling penting dari rangkaian usaha di atas adalah, sang suami harus mengeluarkan sperma sedekat mungkin dengan mulut rahim. Hal ini dapat mendukung kerja gen Y membuahi sel telur yang mendapat rintangan terbesar pada vagina yang cenderung bernuansa asam.
Tips mendapatkan bayi perempuan :)
Apabila anda menginginkan anak perempuan, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan. Lakukan hubungan intim 2 hari sampai 3 hari sebelum masa ovulasi. Langkah selanjutnya, sebelum berhubungan badan, sang istri bisa membasuh vagina dengan satu liter air yang dicampur dengan satu sendok air cuka.
Larutan ini tidak membahayakan. Larutan asam dalam air cuka bermanfaat untuk melumpuhkan Androsperma yang berperan besar membentuk gen laki-laki. Selain itu sebaiknya sang calon ayah mengeluarkan sperma tidak seperti cara di atas, melainkan agak mengambil jarak dengan mulut rahim. Cara ini memungkinkan untuk mendapatkan bayi perempuan. Mengkomsumsi makanan yang mengandung asam seperti yoghurt, buah dengan rasa asam, sayur segar dan kacang-kacangan juga membantu proses.

Sedangkan untuk pasangan yang ingin mendapatkan anak kembar, beberapa tips dapat dilihat dibawah ini :
Tips mempunyai anak kembar adalah sebagai berikut:
1. Sejarah keluarga
Apabila di dalam keluarga Anda memiliki sejarah kelahiran kembar, kemungkinan Anda juga akan dapat anak kembar berdasarkan faktor keturunan atau genetik.
2. Gemuk atau berat badan berlebih
Sebuah penelitian yang dimuat di American College of Obstetrics and Gynecology, menunjukkan hubungan yang erat antara kecenderungan kelahiran kembar dengan naiknya kasus obesitas.
Menurut penelitian, ibu dengan Body Mass Index (BMI) lebih dari 30, berpeluang mengandung anak kembar. Tapi statistik ini hanya berlaku bagi pasangan dengan sejarah keluarga kelahiran kembar.
3. Hamil di usia tua
Wanita yang hamil di usia tua, memiliki kemungkinan untuk melahirkan bayi kembar, karena pada usia tersebut diperkirakan produktivitas ovulasi akan tinggi seiring usia biologis yang juga bergerak cepat. Sekitar 17% wanita yang hamil di atas 45 tahun, berpeluang mengandung anak kembar.
Sayangnya, semua tahu mengandung di usia tua sangat berisiko, dari keguguran hingga meningkatnya kadar gula selama hamil.
4. Konsumsi umbi-umbian dan susu
Belum lama ini penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, membuktikan bahwa jenis umbi-umbian, seperti ubi, kentang dan susu dapat meningkatkan ovulasi pada sel telur sehingga membuka kemungkinan seseorang mendapatkan anak kembar.
Salah satu buktinya, etnis Yoruba di Afrika Barat yang penduduknya sebagian besar mengkonsumsi umbi-umbian, terkenal sebagai negara dengan kelahiran kembar tertinggi di dunia. Diyakini bahwa umbi-umbian memiliki zat kimia yang memicu terjadinya hiperovulasi.
Sedangkan penelitian di tahun 2006 lalu memperlihatkan, wanita yang mengkonsumsi susu lebih banyak, cenderung memiliki kemungkinan besar untuk mengandung anak kembar.
5. Fertilitas
Jaman sekarang Program teknologi reproduksi sudah demikian pesat. Dengan menyuntikan hormon tertentu dan melakukan terapi fertilitas, seorang wanita dimungkinkan melahirkan bayi kembar.
6. Sering melahirkan
Semakin banyak anak yang telah Anda miliki, kemungkinan mengalami kehamilan kembar juga semakin besar. Namun tak ada yang bisa memastikan pada kehamilan ke berapa terjadi kehamilan kembar.
7. Hamil saat masih menyusui
Banyak yang beranggapan, saat menyusui, seorang wanita tidak dapat hamil. Tetapi proses laktasi saat menyusui menjaga ibu tetap berovulasi dan mengalami menstruasi.
8. Sedang beruntung
Tak sedikit kasus kelahiran kembar yang justru menggambarkan kriteria umum di atas, serta tak dapat diketahui penyebabnya. Kembar identik (monozigot twin) yang banyak terjadi pun, hingga kini penyebabnya masih misterius. Tak ada yang bisa meramalkan, kapan dan bagaimana sebuah sel telur akan memecahkan diri menjadi dua janin.
Mengapa ekor cicak masih bergerak walaupun sudah terlepas dari tubuhnya??

Ternyata, pada ekor cicak terdapat syaraf tak sadar sehingga walaupun terlebas dari tubuhnya masih dapat bergerak aktif. Umumnya, ekor cicak yang terlepas terjadi disebabkan adanya bahaya dari predator sehingga cicak melepaskan/memutuskan ekornya sendiri agar predator teralih perhatiannya pada ekor yang putus. Lalu bagaimana dengan ekornya yang terputus? apakah bisa tumbuh kembali?
Ya, ekor cicak masih dapat tumbuh kembali seperti semula dalam waktu yang cukup lama namun ukurannya cenderung lebih pendek dari aslinya.
Selasa, 29 Juni 2010
MENJUAL SISIR PADA BIKSU
Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru.
Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.
Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.
Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr.. C)
Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."
Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A : "Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab: " Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B : "Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah. Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."
Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C : "Bagaimana dengan anda?"
Mr. B menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab: "Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana . Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"
Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.
Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.
Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr.. C)
Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."
Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A : "Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab: " Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B : "Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah. Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."
Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C : "Bagaimana dengan anda?"
Mr. B menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab: "Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana . Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"
Langganan:
Postingan (Atom)
